
JPMorgan Mendukung RUU Kripto dengan Peringatan Keras: Lakukan dengan Benar atau Berisiko Kekacauan
JPMorgan memberikan dukungannya untuk legislasi kripto AS, tetapi tidak tanpa sedikit kehati-hatian. Raksasa perbankan ini memberi tahu para pembuat undang-undang untuk membangun pengaman yang tahan lama, bukan hanya kejelasan peraturan, atau berisiko menciptakan kerentanan keuangan baru. Ini terjadi saat Senat bergegas untuk meloloskan RUU sebelum Agustus, dengan poin-poin penting yang masih menjadi kendala.
JPMorgan menandakan dukungan untuk legislasi aset digital federal, tetapi pesan mereka kepada Kongres adalah peringatan keras: kuasai kerangka peraturan atau hadapi konsekuensinya. Mereka tidak hanya meminta kejelasan; mereka menuntut pengaman yang tahan lama untuk mencegah inovasi berubah menjadi shadow banking dan menciptakan risiko sistemik. Eksekutif bank menyoroti bagaimana kripto bisa salah tanpa pagar pembatas yang tepat, menekankan bahwa aset yang berperilaku seperti sekuritas harus menghadapi aturan pengungkapan dan integritas pasar, bahkan di blockchain. Platform terdesentralisasi yang meniru broker atau bursa memerlukan standar yang sama. JPMorgan melihat potensi dalam stablecoin untuk pembayaran yang lebih cepat tetapi mengecam produk yang menawarkan imbal hasil tanpa modal dan likuiditas setingkat bank sebagai resep untuk risiko penarikan dana. Mereka mendorong alat AML dan penegakan hukum yang kuat, memperingatkan bahwa pengecualian luas untuk infrastruktur transaksi inti dapat memungkinkan pengaturan buram yang mengancam keamanan nasional dan integritas pasar.