
Peter Schiff Memprediksi Keruntuhan Pasar Obligasi, Bukan Bitcoin, yang Akan Memicu Kejatuhan Berikutnya
Peter Schiff, penggemar emas dan kritikus Bitcoin, menggandakan prediksi pesimisnya. Dia berpendapat bahwa keruntuhan pasar besar berikutnya tidak akan dimulai dengan kripto, tetapi dengan kehancuran di pasar Treasury AS. Kenaikan imbal hasil, klaimnya, akan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh saham, perumahan, dan akhirnya Bitcoin.
Peter Schiff, pembela emas abadi dan kritikus vokal Bitcoin, membunyikan alarm. Dia tidak menyerukan keruntuhan kripto untuk memulai penurunan besar berikutnya. Sebaliknya, Schiff menunjuk ke pasar Treasury AS, khususnya kenaikan imbal hasil, sebagai ancaman sebenarnya. Dia percaya bahwa kehancuran di Treasury akan memicu efek domino di seluruh saham, perumahan, dan ya, bahkan Bitcoin!
Tesis Schiff bergantung pada lonjakan imbal hasil Treasury, dengan tenor 10 tahun mendekati 4,5% dan tenor 30 tahun menembus 5%. Dia berharap angka-angka ini akan terus naik, membuat pinjaman lebih mahal dan menghancurkan harga aset. Ini akan memperburuk krisis perumahan dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, memaksa The Fed untuk mencetak lebih banyak uang, yang dia lihat sebagai keuntungan bagi emas.
Dia menolak ketahanan Bitcoin, menunjukkan penurunan signifikan dari level tertinggi sepanjang masa sebagai bukti bahwa itu bukan safe haven. Schiff memprediksi Bitcoin akan jatuh keras bersama saham teknologi, bukan bertindak sebagai lindung nilai seperti emas. Dia skeptis terhadap target bullish Bitcoin Wall Street, menyarankan keraguan pribadi tumbuh, terutama dengan perusahaan seperti MicroStrategy menjual Bitcoin untuk mendanai dividen.
Prediksi Schiff sangat jelas: logam mulia siap untuk pergerakan naik besar, sementara pasar saham menghadapi penurunan yang signifikan. Apakah pasar obligasi akan retak seperti yang dia perkirakan masih harus dilihat, tetapi peringatannya memberikan sinyal yang jelas bagi para pedagang untuk memantau pergerakan Treasury dengan cermat.