
RUU Stablecoin AS Hadapi Penundaan Mei Akibat Oposisi Bank
Undang-Undang CLARITY AS, yang bertujuan mendefinisikan stablecoin, menghadapi potensi penundaan hingga Mei karena penolakan dari bank yang khawatir tentang imbal hasil stablecoin. Hal ini dapat memengaruhi lanskap peraturan untuk stablecoin, aset utama bagi pedagang P2P.
Undang-Undang CLARITY AS, sebuah undang-undang penting yang dirancang untuk membawa kejelasan peraturan ke pasar stablecoin dan ekosistem cryptocurrency yang lebih luas, dilaporkan menghadapi penundaan. Awalnya dijadwalkan untuk kemajuan potensial, kemajuan RUU tersebut kini terhambat oleh oposisi dari sektor perbankan.
Bank dilaporkan melobi menentang ketentuan dalam RUU tersebut, terutama karena kekhawatiran tentang imbal hasil stablecoin dan dampaknya terhadap pinjaman tradisional. Penolakan ini muncul meskipun ada laporan Gedung Putih yang menunjukkan bahwa dampak stablecoin terhadap pinjaman minimal, diperkirakan hanya 0,02%. Konflik ini menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara lembaga keuangan yang mapan dan ruang aset digital yang sedang berkembang.
Bagi pedagang P2P di platform seperti Binance P2P dan Bybit P2P, penundaan ini signifikan. Ketidakpastian peraturan seputar stablecoin dapat menyebabkan peningkatan volatilitas dalam spread dan memengaruhi volume perdagangan. Pedagang bergantung pada likuiditas stablecoin dan kondisi pasar yang dapat diprediksi untuk memaksimalkan keuntungan mereka dari peluang arbitrase.
Penundaan yang berkepanjangan atau RUU yang dilemahkan dapat berarti ambiguitas yang berkelanjutan bagi penerbit dan pengguna stablecoin, yang berpotensi memengaruhi kemudahan pedagang P2P dalam memperoleh dan melepas USDT dan stablecoin lainnya. Hal ini dapat diterjemahkan menjadi spread bid-ask yang lebih luas dan pendekatan yang lebih hati-hati dari para pelaku pasar.
Seiring perkembangan proses legislatif, pedagang P2P harus memantau perkembangan dengan cermat. Hasil akhir dari Undang-Undang CLARITY tidak diragukan lagi akan membentuk lingkungan operasional untuk perdagangan stablecoin dan arbitrase P2P di bulan-bulan mendatang.